Lap Top Murah dari India

.

New Delhi, CyberNews. Kompetisi membuat laptop murah
semakin seru. Setelah Profesor Nicholas Negroponte
menawarkan laptop murah US$ 100 kini India menawarkan
komputer jinjing seharga Rp 100-an ribu!

Laptop ini diharapkan bisa menjembatani adanya
"digital divide" antara yang kaya dan yang miskin.
Pemerintah India berhrap laptop murah ini bisa dipakai di 18
ribu sekolah tinggi dan 400 universitas. Laptop ini akan
dijual 500 Rupee atau Rp 121.373.

India memang dikenal jago dalam membuat teknologi ultra
murah. Tahun lalu, misalnya, Tata Nano, menghasilkan mobil
termurah di dunia dengan harga 100 ribu rupee (Rp 24 juta).

Laptop murah itu diberi nama Sakshat. Laptop ini terkait
dengan misi nasional pemerintah India senilai 46 miliar
Rupee. Dengan laptop ini, pemerintah setempat berharap,
terjadi revolusi pendidikan di kalangan siswa. Sejumlah
penerbit buku juga setuju dengan program ini. Mereka akan
menyumbangkan sebagian teks buku untuk dimasukkan dalam
laptop tersebut.

Prabhakar Rao, wakil perwakilan universitas di Andhra
Pradesh yang terlibat dalam pembuatan laptop ini mengatakan
bahwa "India kini sedang mencari hardware dan software
yang murah," ujar Rao Rao berharap dengan kehadiran
laptop murah dan akses internet murah, banyak siswa yang bis
amengakses ebook dan ejournal.

India saat ini jumlah kaum muda usia di bawah 25 tahun
jumlahnya separuh dari populasi yang berjumlah 1 miliar
orang. Namun, hanya 11 persen yang terhubung ke internet.
Angka itu lebih rendah bila dibandingan dengan penetrasi
internet di Cina yang persentasinya dua kali lipat. Mereka
telah memiliki 180 juta pengguna internet, lima kali dari
India.

Laptop dirancang secara keroyokan oleh para peneliti dari
berbagai lembaga: Vellore Institute of Technology, Indian
Institute of Technology di Madras, Institute Sains di
Bangalore, dan perusahaan negara Semiconductor Complex.
Laptop ini memiliki RAM 2 Gigaita, akses Wi-Fi, dan agar
murah tidak menggunakan sistem operasi Windows.

Para peneliti yakin laptop ini benar-benar akan seharga Rp
100-an ribu. RP Agarwal, pejabat tinggi di kementrian
pendidikan India mengatakan laptop ini sebenarnya ongkos
produksi satuannya mencapai 1.000 Rupee atau Rp 220 ribu.
"Tapi karena produksinya massal maka harganya bisa
ditekan," katanya.

India aja bisa masa Indonesia ga sih?????
insya Allah pasti bisa asala tekun yo...

(Tempo /smcn)

"EXCHANGE LINK"